October 29, 2009

Empat Sifat Manusia

Ja3far bin Muhammad berkata: ' Aku hairan kepada orang-orang yang tertimpa oleh EMPAT PERKARA, bagaimana mungkin mereka dapat melupakan empat perkara yang lain.

Aku hairan kepada orang yang ditimpa kesedihan, mengapa mereka tidak mengucapkan;
" Tidak ada TUHAN selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zolim." (al-Anbiyaak:8)

Sedangkan ALLAH s.w.t telah berfirman:
" Maka, Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (al-Anbiyaak:88)


Aku hairan kepada orang-orang yang ditimpa ketakutan mengapa mereka tidak mengucapkan;
" Cukuplah ALLAH sebagai pelindung kami sedangkan ALLAH adalah sebaik-baik pelindung." (ali-Imron:174)

sedangkan ALLAH s.w.t telah berfirman:
" Maka, mereka kembali dengan ni3mat dan kurnia yang besar dari ALLAH, sedangkan mereka tidak mendapat bencana apa-apa." (ali-Imron:174)


Aku hairan kepada orang-orang yang menghadapi tipudaya, mengapa mereka tidak mengatakan;
" Dan aku menyerahkan urusanku kepada ALLAH." (al-Mukmin:44)

sedangkan ALLAH telah menyatakan:
" Maka, ALLAH telah memeliharanya dari kejahatan tipudaya mereka." (al-Mukmin:45)


Aku hairan kepada orang yang menginginkan sesuatu, mengapa mereka tidak mengatakan:
" Masya ALLAH, tidak ada kekuatan kecuali dengan ALLAH." (al-Kahfi:39)

sedangkan ALLAH s.w.t telah mengatakan:
" Mengapa kamu tidak mengatakan waktu memasuki kebun; 'Masya ALLAH, tidak ada kekuatan kecuali dengan ALLAH.'" (al-Kahfi:39)

August 29, 2009

putus asa? katakan 'TIDAK SAMA SEKALI'!


salam buat sekalian saudaraku, pemilik hati yang selalu dalam genggaman sang TUHAN. smoga hati-hati kita selalu dalam keadaan yang tenang dan dekat dengan-NYA...

Manusia itu memang sifatnya lemah. Setiap makhluk yang TUHAN ciptakan itu ada kelemahannya, kerna apa? kerna DIA, Sang Pencipta kita semua mahu kita selalu bergantung padanya kerna kelemahan kita itu. Namun adakah kita hanya semata-mata bergantung harap pada-NYA semata-mata tanpa usaha? oh tidak. Kita bergantung harap pada-NYA setelah kita berusaha sehabis daya kita.

Dan setelah kita berusaha bermati-matian, juga telah berdoa memohon dari-NYA...namun masih juga kita dalam kesulitan atau kedukaan...adakah kita perlu berputus asa? tidak saudara-saudaraku. katakan 'tidak sama sekali kami berputus asa dan berputus harap daripada-NYA'!

Putus asa bukan sesuatu yang patut ada dalam diri orang Mukmin, malah ia tidak patut ada pada tiap dii hamba ALLAH. Pada diri yang mengakui ALLAH itu TUHAN mereka. kerna DIA Tuhan Sekalian Alam, milik-NYA lah segala yang ada di langit dan di bumi, dalam genggaman-NYA lah apa-apa pun yang wujud di dunia ini. DIA lah yang Maha Hebat, jika DIA berkehendak tiada apa yang dapat menghalang-NYA dari berbuat sesuatu, dan jika DIA tiada berkehendakkan sesuatu maka tiada siapa pun yang mampu mendesak-NYA untuk melakukan apa yang DIA tidak mahu. DIA yang Kekuasaan-NYA meliputi yang zahir maupun yang ghaib. Maha Suci ALLAH itu dari segala kekurangan maupun kecacatan.

” Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” Fussilat:49

sahabat…sekalian…tiada daya kita melainkan dengan kekuasaan-NYA.

” Katakanlah, siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-NYA dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut…?” al-An3am:63

oh TUHAN…lindungilah kami dari menjadi hamba-MU yg berputus harap. tanpa-MU siapalah kami ya ALLAH…

teruslah berdoa, memohon pada-NYA dan berharap pada-NYA…ingatlah

” Katakanlah, Tuhanmu tidak akan memperhatikan kamu kalau tidak ada doa dari kamu, kalau tidak ada permohonan dari kamu…” al-Furqon:77


Mari saudara-sudaraku, katakan tidak pada putus asa dari-NYA!


-rkukaudya-

August 6, 2009

terlalu lama berduka membuat kita menjadi sang dungu

salam buat sekalian saudaraku, pemilik hati yang selalu dalam genggaman sang TUHAN. smoga hati-hati kita selalu dalam keadaan yang tenang dan dekat dengan-NYA...

saudaraku,

bumi mana yang tidak pernah ditimpa hujan, langit mana yang tidak pernah berawan, jiwa mana yang tidak pernah merasakan peritnya musibah dan kedukaan. tetapi saudaraku, janganlah kita terlalu berlama-lama dalam keadaan berduka itu, kerna kedukaan selalu membuat mata kita tertutup dari perkara2 yang lebih penting lantas mensia-siakan sesuatu yang lebih bermanfa3at.



” kerna sesungguhnya apabila hati disibukkan oleh sesuatu,
ia akan menyia-nyiakan sesuatu yang lebih penting
dan lebih bemanfa3at baginya.
kernanya dia akan menjadi dungu.
adapun orang yang mendapat petunjuk tidak menyukai hal itu,
dan ia melihatnya sebagai suatu tindakan yang bodoh.”

(madarij as-salikin 2:333)